Makassar, Pers Gramatika - Muh Hasim Arfah, selaku pengurus LPM Profesi mengulas terkait Konvergensi Media pada Diklat Jurnalistik Mahasiswa 2022 yang berlangsung sejak pukul 19:00 dan berakhir pada pukul 20:10 WITA Via Zoom. Kamis (24/3/2022)
Konvergensi Media merupakan materi kedua Diklat Jurnalistik yang merupakan salah satu program kerja dari bidang Jurnalistik Himaprodi PBSI.
Hasyim mengatakan bahwa sejak ia memasuki dunia Tribun pada tahun 2014, perkembangan media cetak sangat luar biasa. Namun, memasuki jangka waktu 2 tahun media cetak sudah di geser oleh Youtube.
Ia juga mengatakan bahwa banyak media-media besar gugur dan jatuh karna tak mampu mengakleserasikan medianya kedalam Konvergensi Media.
“Media cetak itu seperti “in the jungle, siapa yang kuat dia yang menang”, banyak media-media besar yang gugur dan jatuh karna ia tidak mampu untuk mengakselerasikan medianya kedalam Konvergensi Media (Penyatuan media),” ungkapnya.
Selama materi berlangsung, peserta aktif dalam sesi tanya jawab dengan antusiasme yang tinggi mengikuti materi pada malam hari ini, diskusi pun berjalan lancar antara pemateri dengan peserta.
“Konten kreator seperti apa yang bisa menarik perhatian banyak orang?”, tanya Musdalifah selaku peserta pada sesi tanya jawab.
“Hal paling utama yang harus dimiliki oleh seorang konten kreator adalah mengetahui passion, konsistensi, mengikuti perkembangan dan terakhir terus belajar, seorang konten kreator juga harus menjadi diri sendiri dan bagian penting menjadi seorang konten kreator harus menyukai hal yang ia lakukan,” jawab Hasyim.
Reporter: Siti Musdalifah

