PERSGRAMATIKA.COM. GOWA — Demisioner Ketua Umum Himaprodi PBSI DEMA JBSI FBS UNM Periode 2020-2021, Muh. Alpian, membawakan materi “Analisis SWOT dan Manajemen Konflik” di Wisata Bukit Harapan, Bili-bili, Kabupaten Gowa. Sabtu, (18/01).
Dalam penyampaian materinya, Muh Alpian menjelaskan bahwa analisis SWOT merupakan landasan penting untuk merancang strategi berdasarkan kondisi internal dan eksternal suatu lembaga.
Muh Alpian juga mengutip teori Paulo Freire, bapak pendidikan dunia asal Brasil, untuk memperdalam pemahaman peserta.
“Manusia itu punya tiga tingkat kesadaran, yang pertama kesadaran naif, yang kedua kesadaran magis, yang ketiga kritis,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Teman-teman dalam penyampaiannya ada yang kritis, ada yang sifatnya magis. Tapi maksudnya memberikan studi kasus seperti ini bukan tentang siapa yang lebih dulu ditangani dokter hebat, melainkan bagaimana cara memanage konflik.”
Sebagai penutup, Muh Alpian memberikan studi kasus kepada peserta untuk melatih kemampuan analisis dan kerja sama. Setelah membagi peserta menjadi tiga kelompok, ia meminta mereka memaparkan argumen masing-masing. Dalam proses ini, peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi dan sanggahan.
Reporter: Syilvi Putri Amelia

