Oleh: Zul Agung, Mahasiswa UNM

Saat ini, bangsa kita sedang mengalami krisis kepercayaan, yang tercermin dari tingginya angka golput pada pemilihan umum. Tercatat secara nasional, rata-rata golput di tujuh provinsi besar mencapai 37,63%. Peningkatan jumlah orang yang memilih untuk netral bukan tanpa alasan, melainkan karena kepercayaan adalah alat yang sangat mematikan untuk membunuh mimpi. Kita tidak hanya berbicara tentang teman, kerabat, atau masyarakat sekitar, tetapi tentang kondisi bangsa saat ini.

Kepercayaan adalah harta yang paling mahal dan sangat sulit untuk diberikan kepada siapa pun. Hal ini menjadi pemicu utama bagi orang-orang dengan indeks idealisme tinggi untuk tidak tunduk pada kekuasaan, tetapi juga menjadi penyebab utama kebungkaman atas kesenjangan yang terjadi. Kadang, kita lupa bahwa membangun negara itu seperti membangun rumah. Sekagus apapun desainnya, jika pondasinya rapuh, maka akan tetap roboh. Begitu juga dengan Indonesia. Sekuat apapun kita berbicara tentang ekonomi, teknologi, dan pertahanan, semua itu tidak ada artinya jika dasarnya, yaitu kejujuran, keterbukaan, dan kepercayaan, hilang.

Pemerintah saat ini sedang berupaya merealisasikan panduan pembangunan nasional melalui Asta Cita. Asta Cita yang dimunculkan untuk membangun negeri perlu untuk dikawal. Langkah strategis yang terkandung di dalamnya, dengan visi pemerintah pusat sebagai cikal bakal kebaharuan, harus dicapai pada kabinet ini. Isinya sangat memukau, poinnya jelas, dan harapannya nyata. Namun, apakah bisa terlaksana?

Saya percaya bahwa daripada hanya menghakimi dan menuntut hak yang perlu dan harus kita peroleh sebagai warga negara, kita juga semestinya mengambil peran sentral sesuai kapasitas kita saat ini. Hal yang diupayakan pemerintah adalah tanggung jawab atas nama bangsa. Maka, sebagai bangsa yang besar, kokoh, dan telah lama mengalami penjajahan di masa lampau, sepatutnya sinergi antar lintas generasi dapat terjalin tanpa henti. Suara rakyat adalah suara bangsa, dan pemerintah adalah fasilitatornya. Berbagai sektor dalam Asta Cita harus bisa diraih untuk menyambut Indonesia yang lebih baik dan selalu baik di masa depan.