PERSGRAMATIKA.COM.MAKASSAR— Mimpi Taufan, mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar (UNM), untuk melanjutkan pendidikan tinggi akhirnya terwujud berkat bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK).
Putra dari keluarga sederhana ini dibesarkan oleh ayah yang bekerja sebagai buruh harian. Hidup bersama empat anggota keluarga, kondisi ekonominya tergolong cukup—tidak kekurangan namun juga tidak berlebihan. Meski demikian, biaya kuliah sempat menjadi batu sandungan bagi Taufan.
“Saya pernah merasa ragu untuk kuliah karena takut membebani orang tua. Kalau pun tidak mendapat KIPK, saya akan tetap mencari jalan, termasuk beasiswa lain, agar bisa melanjutkan studi,” ujar Taufan.
Keinginannya mendapatkan KIPK sudah tumbuh sejak duduk di bangku SD. Proses pengajuannya pun ia jalani dengan penuh kesabaran, mulai dari mengumpulkan berkas pendukung kondisi ekonomi hingga melengkapi dokumen lain yang disyaratkan. “Ada susahnya, ada gampangnya. Tapi semua terbayar,” kenangnya.
Kabar kelulusan sebagai penerima KIPK menjadi titik balik hidupnya. “Alhamdulillah, beban orang tua berkurang. Saya bertekad belajar lebih giat agar beasiswa ini tidak terputus dan nilai saya tetap maksimal,” ungkapnya penuh semangat.
Bercita-cita menjadi guru atau dosen, Taufan berpesan kepada para pelajar lain untuk tak ragu melangkah. “Yakinlah bahwa ketika kita berniat untuk melanjutkan pendidikan, insyaallah selalu ada jalan. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dengan belajar dan berusaha agar bisa sukses di masa depan,” tutupnya.
Reporter: Tim Gramatika

