Kelas jurnalistik yang diselenggarakan oleh Bidang Jurnalistik Periode 2025–2026 ini berlangsung pada Jumat (23/1/2026) di RG DG 106 Universitas Negeri Makassar, Kampus Parang Tambung. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Himaprodi, masyarakat PBSI, serta Dewan Senior, dengan menghadirkan kakanda Deni Indrawan, pria asal Pangkep yang akrab disapa Deni, sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Deni menegaskan bahwa kemampuan menulis berita tidak dapat dilepaskan dari kebiasaan membaca. Menurutnya, seorang penulis berita tidak hanya dituntut mampu menulis, tetapi juga harus menjadi pembaca berita yang kritis agar peka terhadap gaya, struktur, dan kekuatan framing sebuah media.
“Anda tidak akan bisa sukses membuat berita jika tidak terbiasa menjadi pembaca berita yang baik dan benar. Semakin sering membaca berita, semakin terasah cara kita menulis,” Ungkapnya.
Suasana forum berlangsung interaktif dan dinamis. Diskusi dan sesi tanya jawab berjalan aktif, dengan peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar teknik penulisan berita, pemilihan angle, serta penggunaan kutipan narasumber. Pemateri pun menanggapi setiap pertanyaan secara komunikatif, sehingga materi terasa hidup dan mudah dipahami.
Antusiasme peserta juga terlihat dari keterlibatan penuh pengurus Himaprodi PBSI yang mengikuti kegiatan hingga selesai sebagai bagian dari proses belajar dan penguatan kapasitas jurnalistik mahasiswa.
Salah satu peserta dari Afridah menyampaikan bahwa kegiatan kelas jurnalistik ini memberikan pengalaman belajar yang menarik dan berkesan. Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membuka cara pandang baru dalam memahami penulisan berita.
“Kegiatannya sangat menarik. Kami mendapatkan ilmu baru dan kesan yang berbeda, terutama dalam memahami bagaimana menulis berita yang rapi, fokus, dan sesuai struktur,” Ujarnya
Melalui kegiatan ini, Himaprodi PBSI UNM berharap kelas jurnalistik dapat terus menjadi wadah pembelajaran yang menyenangkan, aplikatif, dan mampu melahirkan penulis berita mahasiswa yang kritis serta bertanggung jawab.
Reporter: Nurhikmah Hidayah

