Parang Tambung, Pers Gramatika— Saenal Masri, sebagai demisioner Ketua Maperwa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) membawakan materi pertama yakni keorganisasian dalam kegiatan Upgrading Himaprodi PBSI DEMA JBSI FBS UNM di Ruang DG 104 FBS UNM, Kamis (30/9).Upgrading yang diselenggarakan oleh Himaprodi PBSI DEMA JBSI FBS UNM merupakan kegiatan wajib bagi pengurus baru untuk menjunjung pengetahuan setiap pengurus.
Saenal Masri mengatakan bahwa keorganisasian ini merupakan hal utama dalam sebuah kepengurusan Himaprodi PBSI agar terciptanya sebuah kekeluargaan dan terlaksananya semua program kerja dengan baik.
“Keorganisasian ini merupakan hal utama dalam sebuah kepengurusan Himaprodi PBSI agar terciptanya sebuah kekeluargaan dan terlaksananya semua program kerja dengan baik. Serta dalam sebuah organisasi, peran seorang ketua sangat dibutuhkan karena organisasi tidak bisa berjalan tanpa adanya ketua," ujarnya.
Ia juga menjelakan bahwasannya dalam mengambil setiap keputusan dalam sebuah organisasi harus diforumkan dan menjadi keputusan bersama.
“Segala pengambilan kebijakan, keputusan, dan sikap dalam sebuah organisasi harus diforumkan karena apa yang menjadi keputusan itu adalah hasil dari musyawarah mufakat, bukan atas hasil ego pribadi," jelasnya.
Nur Sasmita yang merupakan salah satu pengurus Himaprodi PBSI DEMA JBSI FBS UNM Periode 2021-2022, yang juga mengikuti Upgrading 2021 mengatakan bahwa materi keorganisasian sangat penting untuk dijadikan langkah atau konsep dasar dalam membentuk mental individu yang berani dalam mengungkapkan pendapat.
“Materi ini sangat penting untuk dijadikan langkah atau konsep dasar dalam membentuk mental individu yang berani dalam mengungkapkan pendapat di depan umum, bertukar pikiran, kerjasama dalam sebuah tim untuk dapat tercapai tujuan dari organisasi tersebut," ungkap mahasiswa angkatan 2019 ini.