Konsisten Cetak Prestasi, Dosen PBSI FBS UNM Ade Yustina Bimbing Tim PKM ASD hingga Lolos Pendanaan Nasional

 

PERSGRAMATIKA.COM, MAKASSAR — Prestasi kembali ditorehkan keluarga besar Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar. Salah satu dosen muda PBSI, Ade Yustina, berhasil mengantarkan tim mahasiswa bimbingannya lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026. Sabtu (23/5/2026).

Tim tersebut lolos melalui proposal PKM-PM berjudul “Pemberdayaan Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) melalui Strategi Intervensi SMART-ABA dalam Mengembangkan Repertoar Komunikasi Fungsional di Klub Belajar Sipatokkong.” Proposal ini diketuai oleh mahasiswa PBSI, Febrianingsih Alsa Putri.

Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi kader dan sivitas akademika Himaprodi PBSI dalam menghadirkan prestasi di tingkat nasional, khususnya pada bidang riset dan pengabdian masyarakat.

Bagi Ade Yustina, keberhasilan timnya tidak hadir secara instan. Ia menyebut proses panjang, revisi berulang, hingga tantangan dalam penyesuaian mitra menjadi bagian dari perjuangan tim selama menyusun proposal PKM.

“Tim yang lolos ini salah satu timku yang tekun dan mau berjuang. Walaupun banyak sekali hal yang harus diperbaiki, mulai dari ide, mitra, dan lainnya, mereka tetap kerja keras dan menjaga kerja sama tim,” ujarnya, 

Menurutnya, keberhasilan sebuah tim PKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas gagasan, tetapi juga konsistensi dalam menjalankan proses serta kemampuan membangun kolaborasi antaranggota tim.

“Yang paling penting itu kerja sama tim. Tidak boleh hanya satu atau dua orang yang aktif. Semua anggota harus menjalankan perannya masing-masing,” tambahnya.

Ade juga membagikan pandangannya terkait langkah menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional. Ia menilai mahasiswa harus mampu merealisasikan program dengan maksimal dan memperdalam substansi program agar siap menghadapi tahap presentasi maupun penilaian reviewer.

“Kalau ingin sampai PIMNAS, mahasiswa harus kerja keras menyelesaikan pengabdiannya dengan baik, memahami substansi program, dan terus belajar agar mampu menjawab pertanyaan reviewer dengan maksimal,” tegasnya.

Di balik keberhasilannya sebagai dosen pembimbing, Ade Yustina sendiri bukan nama baru dalam dunia PKM nasional. Semasa menjadi mahasiswa, ia dikenal sebagai salah satu peraih medali PIMNAS untuk UNM pada tahun 2019 dan 2020.

Mantan Sekretaris Umum Himaprodi PBSI FBS UNM tersebut pernah meraih medali perak pada PIMNAS 32 di Universitas Udayana melalui riset transformasi La Galigo ke serial webtoon sebagai media pembelajaran sastra Bugis klasik. Setahun kemudian, pada PIMNAS 33 di Universitas Gadjah Mada, ia kembali mempersembahkan medali perak dan perunggu untuk UNM.

Kini, pengalaman tersebut diteruskan Ade sebagai dosen pembimbing untuk melahirkan generasi baru mahasiswa berprestasi, khususnya dari lingkungan PBSI. Ia juga berpesan agar mahasiswa memanfaatkan kesempatan PKM dengan sungguh-sungguh serta menjadikan prestasi sebagai bagian dari upaya mengharumkan nama almamater.

“Tanamkan dalam diri kalau tim kita harus mengharumkan nama baik almamater. Kesempatan yang diberikan jangan disia-siakan, dan jangan lupa melibatkan doa dalam setiap prosesnya supaya berkah dan bermanfaat,” tutupnya.

Di tengah ketatnya persaingan PKM tingkat nasional, capaian ini menjadi motivasi sekaligus harapan baru bagi mahasiswa PBSI FBS UNM untuk terus berkarya dan menghadirkan gagasan yang berdampak bagi masyarakat. Konsistensi dosen pembimbing, semangat mahasiswa, serta budaya kolaborasi di lingkungan Universitas Negeri Makassar dinilai menjadi fondasi penting dalam melahirkan prestasi akademik yang berkelanjutan hingga tingkat nasional.


Reporter: Aliyah Suci Pradani NR