Parang Tambung, Pers Gramatika— Zulfikar Hafid, menjadi salah satu pemateri dalam Upgrading Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM). Ia membawakan materi Pendidikan Pembebasan, di ruang DG 104 FBS UNM, Sabtu (2/10/2021).
Dalam materinya, ia menjelaskan bahwasanya pendidikan itu bahan jualan, karena yang bisa menempuh pendidikan yang memiliki fasilitas lengkap hanya orang-orang yang memiliki banyak uang. Dalam materinya juga ia menjelaskan bahwasanya kita sudah berada di era globalisasi bahwasanya universitas atau sekolah-sekolah yang ada di luar negeri akan masuk di Indonesia.
"Jangan heran jika ada sekolah-sekolah luar negeri yang masuk ke Makassar apalagi dosen-dosen juga guru-gurunya ikut masuk ke Indonesia," ujarnya.
Yusran, salah satu peserta upgrading berpendapat bahwasanya setelah melihat tayangan video tentang pendidikan gajah sirkus yang didik mulai dari gajah yang liar hingga menjadi jinak dan menurut terhadap perintah pawangnya itu merupakan bukan pendidikan yang salah dan itu merupakan pendidikan yang memang seharusnya di implementasikan sebagai seorang pelajar karena ketika kita tidak memiliki aturan sebagai batasan kita maka itu akan membuat kita tidak terarah.
"Saya tidak setuju dengan video tersebut bahwasanya kita harus melawan bagaimana cara belajar seekor gajah yang harus di ajari terus menerus dengan kekerasan, sebenarnya hal tersebut bisa kita implementasikan kepada kita sebagai mahasiswa karena ketika kita tidak memiliki aturan yang harus kita patuhi atau satu hal yang bisa kita jadikan sebagai batasan kepada diri kita maka itu akan membuat kita tidak terarah," ungkapnya.(*)
Reporter: Hasnul

