HADIRKAN 3 PEMBICARA LUAR BIASA, HIMAPRODI PBSI LAKSANAKAN WEBINAR NASIONAL

 

Parang Tambung, Pers Gramatika— Sebagai rangkaian peringatan Milad ke 18  Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) helat Webinar Nasional yang diikuti sebanyak 135 peserta dari berbagai kalangan.

Kegiatan ini mengusung tema bahasa Indonesia sebagai peneguh kebinekaan yang berlangsung secara blended, di Ruang Senat FBS UNM dan daring melalui aplikasi zoom. Jumat, (24/12/2021).

Webiner nasional kali ini menghadirkan narasumber, PS. KASUBIT 3 DIT INTELKAM POLDA SULSEL Kompol Sismoyo yang merupakan Komisaris Polisi, M. Abdul Khak sebagai Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Bahasa, Kemdikbudristek, dan Kamal Ikbal Monoarfa sebagai Pemimpin Departemen Kredit Korporasi dan Sindikasi pada Divisi Kredit Korporasi dan Sindikasi serta Ir. H. Moh. Ramdhan Pomanto, Walikota Makassar selaku Pembicara Kunci.

Salah satu pemateri yakni Kamal Ikbal Monoarfa, menjelaskan bahwa literasi keuangan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan.

"Literasi keuangan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan, selain itu juga inklusi keuangan  ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan," jelasnya.

Di samping itu juga wakil dekan bidang kemahasiswaan, Azis, mengungkapkan bahwa bahasa Indonesia sangat penting bagi manusia.

"Bahasa Indonesia sebagai pelita, sebagai Obor, maka dari itu bahasa Indonesia sangat penting bagi manusia," ungkapnya.

Andi Muhammad Aqsal, selaku ketua panitia berharap agar kegiatan ini dapat berjalan lancar hingga akhir.

"Berangkat dari segala kerendahan hati, atas intropeksi untuk segala kekurangan, dan terniat untuk segala kebersamaan mari memulai bersama untuk akhir yang menorehkan senyuman bagi mereka yang memupuk keraguan atas kebersamaan kita, tetaplah merah walau kadang warna lain coba menodai, perlihatkan bahwa kesetian kita di ukur dari bagaimana kita mengemban amanah," harapnya.

*Reporter: Nurwiwi Putri Armin