Makassar, Pers Gramatika— Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Dewan Mahawasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSl) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), kembali mengadakan kegiatan Olimpiade Pendidikan Bahasa dan Sastra SE-SULSELBAR.
Pada perhelatan kali ini, Olimpiade Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ke-9 hadir dengan mengusung tema "Martabat Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai Pengukuh Identitas Kebangsaan dalam Arung Digitalisasi”. Kegiatan ini akan berlangsung pada 12-18 Juni 2022.
Olimpiade Pendidikan yang ke-9, berbeda dengan Olimpiade Pendidikan tahun sebelumnya, yakni akan dilaksanakan secara full luring dengan konsep yang berbeda pula. Serta akan dirangkaikan dengan Narasi Jilid III.
Item kegiatan Olimpiade Pendidikan Bahasa dan Sastra SE-SUlSELBAR terdiri dari 8 lomba yakni, video pembelajaran, puisi, debat, pidato, dongeng, karya tulis ilmiah, akustik, dan CTBI (cepat tanggap bahasa Indonesia).
Rinandi, selaku ketua panitia mengatakan bahwa manfaat Olimpiade Pendidikan ini sebagai sarana penunjang pelajar untuk meningkatkan minat pelajar terutama di bidang bahasa Indonesia.
"Adapun untuk manfaat Olimpiade Pendidikan itu sendiri sebagai sarana penunjang pelajar untuk meningkatkan minat pelajar terutama di bidang bahasa Indonesia. Kegiatan ini juga sebagai sarana Promosi Kampus terutama untuk pelajar yang ingin melanjutkan Pendidikan di jenjang yang lebih tinggi," ungkapnya.
Mahasiswa angkatan 2020 ini juga mengungkapkan harapannya terkait Olimpiade Pendidikan tahun ini agar bisa saling menerbar kebermanfaatan terutama di bidang Pendidikan.
“Harapan saya, semoga kita bisa saling menerbar kebermanfaatan terutama di bidang Pendidikan melalui kegiatan ini dan bisa mengangkat bahasa Indonesia sebagai bahasa Asean," harapnya.
*Reporter : Pers Gramatika

