62 Sekolah se-Sulselbar Berkompetisi di Olimpiade Pendidikan Bahasa Indonesia UNM

MAKASSAR, Pers Gramatika - Sebanyak 62 sekolah tingkat SMA sederajat se-Sulawesi Selatan dan Barat bersaing dalam olimpiade pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di Kampus Universitas Negeri Makassar Sektor Parangtambung.

Kegiatan digagas oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Himaprodi PBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM.

Kompetisi antar siswa itu digelar selama sepekan mulai Senin (27/6/2022) hingga Sabtu (2/7/2022).

Ada beragam lomba menarik berkaitan pengetahuan dan kompetensi tentang pendidikan, kebahasaan, ataupun kesusastraan.

Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani hadir membuka kegiatan tahunan itu di Kampus UNM Sektor Parangtambung.

Turut hadir Dekan FBS UNM Prof Dr Syukur Daud, Wakil Dekan II Dr Muhammad Saleh, WD3 Dr Azis, Ketua Jurusan Dr Mayang Maman, guru besar Bahasa Indonesia Prof Anshari, Ketua Himaprodi PBSI Yusril.

Dalam sambutannya, Abdul Hayat berharap seluruh siswa peserta olimpiade bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi serta perkembangan zaman. 

"Proses transformasi saat ini lewat teknologi dan informasi," kata Abdul Hayat di Kampus UNM Parangtambung FBS UNM Makassar, Senin 27 Juni 2022. 

Abdul Hayat berharap, olimpiade lintas provinsi ini bisa menjadi ajang sosialisasi Bahasa dan Sastra Indonesia kepada masyarakat umum baik di Sulsel maupun Sulawesi Barat (Sulbar). 

"Inovasi itu harus sesuai kebutuhan budaya, bagaimana kegiatan olimpiade ini bisa mensosialisasikan bahasa dan sastra Indonesia kepada masyarakat," katanya. 

Kendati demikian, penting juga bagi generasi muda beserta anak didik yang masih di bangku SMA menjadi pemimpin masa depan dengan mengedepan inovasi. 

"Semoga kegiatan ini bisa mencetak generasi yang bisa membawa kemajuan bagi Bahasa dan Sastra Indonesia," harapnya. 

Sementara itu, Dekan FBS Prof. Dr. Syukur Saud, berharap masukan dari Pemprov Sulsel, yang diwakili Sekprov Sulsel Abdul Hayat. 

"Kita harapkan ada arahan dan masukan dari Bapak Sekda atas kegiatan ini," kata Prof Syukur. 

Menurut dia, UNM dianggap sangat beruntung karena selalu mendapatkan support penuh dari Pemerintah Provinsi Sulsel, dari tahun ke tahun. 

"Rasa-rasanya kita UNM sangat beruntung, karena selalu diberikan bantuan dari Pemprov Sulsel. Ini semua karena Bapak Gubernur Sulsel," tutupnya. 

Sementara itu Ketua Himaprodi PBSI UNM Yusril mengatakan kegiatan tersebut sebagai bentuk pengabdian mahasiswa bahasa Indonesia UNM dalam momentum hari pendidikan nasional 2 Mei.

Baginya mahasiswa sebagai sivitas akademika punya tanggung jawab menerapkan tri darma pendidikan.

"Kita berharap kegiatan ini menumbuhkan kecintaan para siswa-siswi SMA sederajat se-Sulselbar terhadap bahasa Indonesia. Kita membuka ruang bagi siswa untuk beradu gagasan, beradu kompetensi tentang pengetahuan pendidikan, kebahasaan, ataupun kesusastraan," katanya. 

*Reporter : Pers Gramatika