Dokumentasi "Orasi air mata" yang dibawakan oleh Presiden DEMA JBSI FBS UNM
Makassar, Pers Gramatika – Massa Aksi Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) beberapa hari telah melakukan aksi menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jalan A. P. Pettarani.
"Pada sabtu lalu (03/09/2022) pemerintah resmi membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM akan mengalami penyesuaian," ujar Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Sabtu.
Menteri ESDM Arifin Tasrif selanjutnya menjabarkan penyesuaian harga BBM terbaru mulai sore nanti yakni sebagai berikut:
• Harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter
• Harga Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter
• Harga Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter
Dengan adanya keputusan pemerintah menaikan harga Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar pertama kali melakukan melakukan aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Aksi ini berlangsung tepat di depan gerbang masuk Menara Pinisi UNM, Kamis (1/9).
Tepat pada senin, (5/9/2022). Aliansisi Mahasiswa UNM kembali mengadakan aksi lanjutan dengan agenda varian puisi berjudul Orasi air mata yang dibawakan oleh Presiden DEMA JBSI FBS UNM
Puisi karya Irfan Palippui, eks mahasiswa FBS UNM angkatan 2004 yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM pada tahun 2008-2009. Di bawakan langsung oleh Presiden DEMA JBSI FBS UNM, Baso Ramdhan membacakan sebuah puisi yaitu “Orasi air mata”. Dalam puisi ini ia membawakan nilai-nilai perjuangan mahasiswa di tanah Indonesia.
Pada hari ini jumat, (9/9/2022) kembali lagi turun untuk menyuarakan aspirasi rakyat dengan isu yang sama BBM yang naik salah satu mahasiswa menjelaskan tuntutan kali ini tetap sama yaitu menolak kenaikan harga BBM yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami tetap konsisten dengan satu isu yang kami bawa bersama yaitu menolak kenaikan harga BBM,” tuturnya.
Reporter: Fajar Qadri Askar

