Menjelajahi Filosofi Rantau: Memahami Hidup Mahasiswa Perantau Bugis Makassar dalam Hormati Adat, Jaga Ucapan, dan Ma'patabe kepada yang Lebih Tua



PERSGRAMATIKA.COM. MAKASSAR --Demisioner Ketua Umum, Musawir, Himpunan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMAPRODI PBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM). Dengan membawakan materi tentang Filosofi Rantau.

Kegiatan ini berlangsung di Rumah Adat Wajo Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa, pada Jumat, (26/1/2024).

Dalam materinya, Musawir menjelaskan apa itu Filosofi Rantau "Hidup sebagai mahasiswa perantau Bugis Makassar: Hormati adat, jaga ucapan, dan ma'patabe kepada yang lebih tua – memposisikan diri dengan bijak," Ujarnya.

Musawir berhasil menghidupkan suasana karena pembawaannya yang memantik antusias peserta untuk berdiskusi lebih dalam tentang Filosofi Rantau.

Sarmila, selaku peserta menyatakan bahwa Merantau membuka pintu peluang untuk teman, pengalaman, dan ilmu baru.

"Materi filosofi rantau mengajarkan bahwa perjalanan itu tak hanya tentang tempat, tapi juga pertumbuhan pribadi, dengan penyampaian yang jelas dan atmosfer yang ramah,"Ujarnya.

Reporter: Yunita Aluakafani Asia