MAKASSAR, PERSGRAMATIKA --Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang tergabung dalam TIM PKM-PM Gau Mabaji menunjukkan dedikasi mereka dalam membantu meningkatkan kualitas hidup lansia di Panti Sosial Gau Mabaji, Gowa.
Melalui program "Language Therapy Model (LTM)", tim ini menghadirkan terapi bahasa yang dirancang khusus untuk membantu lansia dengan afasia.
Afasia adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan berkomunikasi dan memahami bahasa akibat kerusakan pada otak.
Program yang berlangsung dari 19 Juni hingga 3 Juli 2024 ini melibatkan 11 lansia di panti. Ketua tim pelaksana, Umrah, menjelaskan bahwa terapi bahasa menjadi kunci dalam program ini.
"Program ini dilakukan dengan model terapi bahasa yang terdiri dari sembilan tahap pelatihan," jelas Umrah.
Lebih lanjut, Umrah mengungkapkan bahwa program ini diharapkan dapat memberikan perubahan signifikan bagi para lansia, membantu mereka berkomunikasi dengan lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Dedikasi mahasiswa UNM ini patut diapresiasi.
Kegigihan mereka dalam membantu sesama, khususnya para lansia yang membutuhkan, menunjukkan bahwa mereka tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Program ini juga menunjukkan peran penting terapi bahasa dalam membantu lansia dengan afasia.
Terapi ini dapat memberikan mereka kesempatan untuk berkomunikasi kembali dan menjalani hidup yang lebih bermakna.
Pentingnya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia juga terlihat jelas dalam program ini.
Kerjasama antara UNM dan Panti Sosial Gau Mabaji menjadi contoh yang baik dalam mewujudkan kepedulian sosial dan membangun komunitas yang inklusif.
Reporter: Nopi

