PERSGRAMATIKA.COM. MAKASSAR — Kader Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Himaprodi PBSI) didaulat jadi defile pembukaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37 yang digelar di Universitas Airlangga, Surabaya.
Kedua kader Himaprodi PBSI FBS UNM itu yakni Muhammad Yusril dan Umrah.
PIMNAS ke-37 ini berlangsung 15 sampai 19 Oktober 2024 dan diikuti oleh 525 tim yang bersaing dalam berbagai kategori lomba ilmiah.
Muhammad Yusril dan Umrah, kader Himaprodi PBSI menjadi salah satu penampilan memukau para peserta dan undangan.
Keduanya mengenakan pakaian adat Bugis berwarna hijau.
Mereka berjalan di bagian depan.
Ia memegang bendera Universitas Negeri Makassar lalu memberi penghormatan kepada para tamu dan peserta pembukaan.
Umrah berharap bisa memberikan yang terbaik untuk UNM di Pimnas ke-37 ini.
"Bismillah mohon doakan semoga kami bisa memberikan yang terbaik untuk UNM di panggung Pimnas ke-37," kata Umrah.
Diketahui Yusril dan Umrah salah satu delegasi tim UNM di Pimnas ke-37 ini.
Yusril adalah Ketua Umum Himaprodi PBSI periode 2021-2022.
Mereka menulis judul penelitian "Language Therapy Model (LTM) untuk peningkatan kognitif dan kualitas hidup lansia dengan Afasia”.
Tim ini dipimpin Umrah dan beranggotkan Muh Yusril Basir, Tri Masha Hasibuan, Hardianti Lestari Hamid, A. St. Latifah Humairah.
Mereka dibimbing oleh dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Asri Ismail.
Pengumuman tim yang lolos diumumkan Kemendikbudristek Jumat (30/8/2024) malam.
Hal itu tertuang dalam surat Kemendikbudristek Balai Pengembangan Talenta Indonesia bernomor 1178/J7.1/PN.00/2024 28 Agustus 2024 tentang Pengumuman peserta PIMNAS ke-37 tahun 2024.
PIMNAS merupakan event resmi tahunan Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam bidang penalaran untuk memperlombakan karya ilmiah mahasiswa tingkat nasional.
Tahun ini Universitas Airlangga Surabaya didaulat sebagai tuan rumah.
Ketua Tim pelaksana Umrah mengatakan, penelitian ini dapat memberikan perubahan signifikan pada lansia sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih bermakna.
“Dengan pengabdian ini, dapat memberikan perubahan signifikan pada lansia di panti yang membutuhkan pendampingan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih bermakna di sisa usianya,” kata Umrah.
Lebih lanjut, mahasiswa pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia itu mengungkapkan terapi bahasa adalah kunci dari kegiatan ini.
“Program ini dilakukan dengan model terapi bahasa yang terdiri dari Sembilan tahap pelatihan,” kata Umrah.
Umran menjelaskan, secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa program pengabdian berhasil meningkatkan kemampuan bercerita di kalangan mitra secara signifikan," kata Umrah.
Menurutnya, sebelum program, beberapa mitra cenderung merenung dan memilih menyendiri tanpa mengekspresikan perasaan mereka.
"Namun, setelah program dilaksanakan, semua mitra mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya lebih senang mengekspresikan perasaan mereka dengan bercerita, menunjukkan dampak positif program dalam mendorong kemampuan ekspresi dan interaksi sosial di kalangan mitra," ujar Umrah.
Selanjutnya, Ayu selaku pengelola panti menyampaikan apresiasi atas penelitian tersebut.
“Tentunya kami sangat senang, kami mengawal adik-adik mahasiswa selama pelaksanaan,” kata Ayu. (*)
Reporter: Andi Adilah Maharani Putri

