PERSGRAMATIKA.COM.MAKASSAR — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMAPRODI PBSI) FBS UNM kembali menggelar kegiatan Upgrading di Ruang Senat, Kamis (21/8/2025). Kegiatan ini menghadirkan Andi Muhammad Aqshal, Demisioner Ketua Umum HIMAPRODI PBSI DEMA JBSI FBS UNM periode 2022–2023, yang membawakan materi Manajemen Konflik untuk membekali para pengurus baru.
Dalam pemaparannya, Aqshal menjelaskan bahwa konflik dalam organisasi sering muncul akibat perbedaan tujuan, komunikasi yang kurang efektif, ego pribadi, hingga minimnya keterbukaan. Menurutnya, perbedaan tidak selalu menjadi masalah, justru bisa menjadi peluang jika dikelola dengan baik. Ia pun memperkenalkan lima gaya penyelesaian konflik Thomas-Kilmann—memaksa, kolaborasi, kompromi, menghindar, dan mengalah—sebagai keterampilan penting dalam menjaga harmoni organisasi.
“Sejatinya bukan ketiadaan konflik yang membuat kita kuat, melainkan cara kita merangkulnya dengan bijaksana. Dengan sikap terbuka, saling memahami, dan komitmen bersama, perbedaan justru bisa menjadi ruang belajar sekaligus memperkuat organisasi,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, salah satu peserta, Zaky, menanyakan cara menyelesaikan perbedaan tanpa merugikan pihak mana pun. Aqshal menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif adalah kunci agar keputusan lahir dari kesepahaman bersama, bukan dari kepentingan sepihak.
“Kolaborasi menyamakan persepsi sehingga setiap keputusan lahir dari kesepahaman bersama, bukan dari paksaan atau kepentingan sepihak. Dengan begitu, masalah dapat diselesaikan tanpa ada yang merasa dirugikan,” tegasnya.
Menutup materinya, Aqshal berpesan agar pengurus selalu menjaga komunikasi, bertanggung jawab, dan berani menyampaikan pendapat dengan santun. Ia berharap pembekalan ini menjadi bekal bagi pengurus baru dalam menghadapi dinamika organisasi dengan sikap dewasa, terbuka, dan solid.
Reporter: Aliyah Suci Pradani NR

