Perempuan yang akrab disapa Cen ini diwisuda sebagai Magister Pendidikan Bahasa Indonesia dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95 dan berhasil menyelesaikan studinya hanya dalam waktu 1,8 tahun. Pencapaian ini diraih berkat kegigihan dan kerja kerasnya, terutama saat menghadapi tantangan selama menempuh pendidikan S2.
"Perjalanan ini penuh perjuangan, mulai dari revisi yang tak terhitung, menunggu pembimbing, hingga melewati ujian yang menguras tenaga. Tapi semua itu terbayar lunas saat saya bisa mempertahankan tesis dan akhirnya meraih gelar magister," ujar Aprilyanti, menceritakan pengalamannya. "Semua ini tidak lepas dari dukungan doa orang tua dan keluarga."
Lulusan S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNM ini memiliki rekam jejak yang mengesankan. Selama kuliah, Cen aktif berorganisasi, mulai dari menjadi bendahara Himpunan Mahasiswa Program Studi, hingga terlibat dalam Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (Semmi) dan Himpunan Mahasiswa Parepare (HIPMI). Pada 2019, ia juga terpilih sebagai Duta Wisata Kota Parepare.
Dengan gelar magisternya, Aprilyanti memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dosen dan peneliti yang mampu memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, sejalan dengan visi misi pemerintah ke depan.
Dalam acara wisuda, UNM melepas 1.080 wisudawan dari berbagai program studi. Rektor UNM, Prof. Karta Jayadi, berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar. "Wisuda ini bukan akhir, melainkan awal untuk melihat dunia lebih luas. Tunjukkan jati diri sebagai ilmuwan profesional agar menjadi alumni berkualitas," tuturnya.
Hingga saat ini, UNM telah melahirkan 172.079 lulusan yang siap berkontribusi untuk bangsa.
Reporter: Aliyah Suci Pradani NR

