Materi yang dibawakan fokus pada pengantar jurnalistik, termasuk prinsip etika, kejujuran, dan kritisisme dalam proses peliputan.
Sahban menekankan bahwa jurnalistik bukan sekadar menyampaikan berita, melainkan pilar demokrasi yang membantu masyarakat membuat keputusan tepat.
“Jurnalistik yang jujur dan kritis adalah kunci agar informasi yang diterima publik bisa dipercaya,” ujar Sahban.
Diskusi pun semakin interaktif ketika Aril, salah satu peserta, bertanya tentang keseimbangan antara konten hiburan dan nilai edukatif. Sahban menjelaskan pentingnya proses penyuntingan
“Editan berperan penting agar konten tetap seimbang menarik, informatif, dan edukatif tanpa terjebak sensasionalisme,” ujarnya.
Kegiatan ini menegaskan komitmen HIMAPRODI PBSI DEMA JBSI FBS UNM untuk mendorong pengurus menjadi jurnalis yang profesional, beretika, dan kritis, sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan aplikatif.
Reporter: Andi Afridah Auliyah

