Dalam pemaparannya, Andi menekankan bahwa keberhasilan UMKM dan usaha masyarakat desa bergantung pada niat tulus, usaha yang konsisten, dan pengelolaan potensi secara maksimal. Menurutnya, usaha yang dilandasi niat baik dan didukung standar operasional yang jelas akan mendorong terciptanya masyarakat desa yang mandiri, kreatif, dan sejahtera.
“Di tengah derasnya arus perubahan, terlebih lagi di era digital, kewirausahaan yang berangkat dari niat tulus dan ditopang legalitas yang kokoh menjadi kunci lahirnya masyarakat desa yang mandiri, berdaya, dan sejahtera,” ujar Andi.
Ia menjelaskan bahwa setiap UMKM menghadapi sejumlah persoalan yang harus dikelola dengan baik agar usahanya berhasil, antara lain: legalitas usaha, sumber daya manusia, modal usaha, akses pasar, teknologi, ketersediaan bahan baku, serta kemasan dan desain produk. Pendampingan dari pemerintah dan lembaga terkait menjadi faktor penting agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan, profesional, dan mampu bersaing di era digital.
Andi menekankan pula pentingnya standar operasional dan manajemen yang jelas, mulai dari proses produksi hingga strategi pemasaran. Dengan demikian, masyarakat desa tidak hanya memiliki usaha, tetapi UMKM yang dijalankan benar-benar profesional dan mampu menjadi fondasi transformasi desa cerdas.
Melalui seminar ini, peserta diharapkan mampu memahami prinsip-prinsip kewirausahaan yang baik, memanfaatkan peluang digital, serta mengembangkan UMKM yang berdampak pada kemajuan ekonomi dan sosial Desa Salenrang.
Reporter: Aliyah Suci Pradani NR

