Beradaptasi dengan Zaman: Diklat Jurnalistik PBSI Kupas Tuntas Peliputan Era Disrupsi Digital


PERSGRAMATIKA.COM.GOWA— Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Himaprodi PBSI) FBS UNM menyelenggarakan Diklat Jurnalistik yang dilaksanakan di rumah adat Jeneponto Benteng Somba Opu, Jumat (16/10/2025).

kegiatan ini membahas berbagai materi. salah satunya yaitu materi "Merancang Peliputan". Materi ini dipaparkan oleh Muh. Hasim Arfah, Seorang jurnalis dari media Tribun Timur. 

Dalam pemaparannya, Pria yang akrab di sapa Hasim menjelaskan bahwa Di Era distrupsi digital pers mahasiswa harus mendefinisikan ulang peran mereka dan mengasah peluang mereka

“Bagi pers, mahasiswa bukan hanya dalam mempertahankan relevensi, tetapi juga peluang untuk berinovasi dan mendefinisikan ulang peran mereka. Dan kita juga bisa mengasah lebih banyak peluang untuk berinovasi kedepannya”

Suasana di lokasi juga semakin menarik selain antusias peserta dan ketika salah satu masyarakat PBSI yang mengikuti kegiatan ini menanyakan, bagaimana dapat mengoptimalkan penggunaan AI agar tidak bergantung pada AI. Menanggapi hal tersebut, Hasim memberikan pandangan inspiratif.

"Ada pepatah mematahkan bahwa barang siapa yang melawan zaman, maka ia akan dilindas oleh zaman. Jadi kita harus tetap memakI AI, tapi kita tetap harus menjadikannya asisten kita. Jadi penambahan dari ide-ide yang lahir dari kepala kita," tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan menonton dan mengevalusi hasil vidio live report dan juga new anchor dari beberapa kelompok agar dapat belajar dan menemukan ilmu baru.

Reporter: Nur Apriliyani Pertiwi