Menguasai Seni Wawancara: Strategi Profesional untuk Era Digital

PERSGRAMATIKA.COM. GOWA —  Erlan Saputra, Jurnalis Tribun Timur membawakan materi “Teknik Wawancara dan Menembus Narasumber” pada Diklat Jurnalistik Himaprodi PBSI FBS UNM Rumah Adat Jeneponto, Benteng Somba Opu. Jumat, (17/10/2025).

Materi ini merupakan materi ketiga yang membahas tentang bagaimana cara kita bisa menembus narasumber secara langsung agar mendapatkan informasi yang akurat dan faktual dengan  menekankan prinsip bahwa wawancara adalah jantung jurnalisme dan pusat dari proses pencarian berita. 

“Tanpa wawancara, jurnalisme kehilangan denyut kehidupan. Esensinya adalah menggali kebenaran dengan empati, etika, dan kecermatan,” ungkap Erlan. 

Ia juga menekankan tiga tahap penting wawancara berkualitas: persiapan matang, pelaksanaan efektif, dan penutupan sopan.

Diskusi semakin ramai dan juga antusias ketika salah satu peserta bertanya, “Bagaimana cara menunjukkan empati yang tulus saat wawancara digital, mengingat bahasa tubuh dan ekspresi terbatas?”

Erlan menjelaskan bahwa empati tetap bisa terlihat melalui nada suara, pilihan kata, dan perhatian pada reaksi narasumber. 

“Sama seperti saat kita mengenal orang baru, kita belajar membaca gestur dan respons mereka. Hal ini membantu membangun kepercayaan dan komunikasi yang tulus,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan kesimpulan bahwa wawancara jurnalistik bukan sekadar tanya jawab, tetapi inti dari proses jurnalistik yang profesional. Materi ini memberikan bekal penting bagi peserta untuk menghadapi tantangan era digital, memperluas wawasan, dan meningkatkan kompetensi jurnalistik secara mendalam.


Reporter: St.Magpira Adelia