Pria yang akrab di sapa Bung Ari menegaskan bahwa menulis bukan sekadar kemampuan menuangkan kata, tetapi juga proses berpikir yang melatih ketajaman logika dan kejelasan ide.
“Teknik menulis berita itu adalah berpikir. Writing is thinking. Bagaimana kita menyampaikan gagasan lewat tulisan menjadi inti dari kerja jurnalistik,” ungkapnya.
Ari juga menekankan bahwa dunia jurnalistik bukan hanya ruang untuk menulis, tetapi juga wadah untuk membangun relasi luas dengan banyak orang dan memperluas wawasan. Melalui tulisan, seorang jurnalis dapat bertemu dengan berbagai karakter, ide, dan pengalaman yang memperkaya sudut pandangnya.
Salah satu peserta, Rasni Asifa, mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari sesi tersebut.
“Saya jadi paham bahwa setiap berita punya cara penyajian yang berbeda. Materi ini membuat saya lebih tahu langkah-langkah menulis berita yang benar dan menumbuhkan rasa ingin tahu saya di bidang jurnalistik,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi momen reflektif bagi peserta untuk memahami bahwa menulis bukan hanya tentang berita, tetapi tentang berpikir, berdialog, dan berjejaring. Dari tangan seorang penulis, lahir gagasan yang mampu menghubungkan banyak pemikiran, mempererat relasi antarmanusia, serta menumbuhkan tanggung jawab moral dalam menyampaikan kebenaran.
Reporter: Andi Muhammad Risqy

