PERSGRAMATIKA.COM. MAKASSAR — Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar periode 2025–2030, tampil sebagai pembicara kunci dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UNM pada Selasa, (28/10/2025).
Seminar di Ballroom Menara Phinisi UNM ini bertajuk “Modalitas Bahasa Indonesia dalam Kancah Peradaban Digital: Instrumen Kritis dalam Hegemoni Kecerdasan Buatan”.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Perayaan Bulan Bahasa 2025 UNM. Ia membawakan materi mengenai."Posisi dan adaptasi bahasa Indonesia dalam ekologi teknologi global".
Appi secara tegas menyerukan kepada ratusan peserta, mayoritas mahasiswa, untuk menjaga dan melestarikan bahasa daerah.
“Bahasa yang harus kita jaga adalah bahasa daerah, karena itu merupakan identitas kita. Bahasa Makassar, Bugis, Toraja, maupun Mandar memiliki kekayaan yang mencerminkan kecerdasan dan jati diri daerah,” Ujarnya.
Ia menyoroti adanya kecenderungan di masyarakat untuk lebih membanggakan bahasa asing ketimbang bahasa sendiri.
“Bahasa kita ini adalah bahasa yang sangat istimewa. Namun dalam realitasnya, banyak di antara kita yang justru lebih bangga menggunakan bahasa lain,” Lanjut Appi.
Sebagai tindak lanjut, Appi mengumumkan rencana kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Makassar dan perguruan tinggi.
Kolaborasi ini akan berfokus pada penguatan muatan lokal untuk meningkatkan peran bahasa daerah. Tujuannya adalah meluncurkan kurikulum pendidikan dasar baru di Makassar.
Seminar ini diharapkan mampu menumbuhkan komitmen generasi muda untuk menjadikan Bahasa Indonesia instrumen kritis di era kecerdasan buatan, sekaligus menjaga eksistensi bahasa daerah sebagai pilar utama identitas bangsa.
Reporter: Liza Fikri

