PERSGRAMATIKA.COM.MAKASSAR — Diskusi Linguistik yang diselenggarakan oleh HIMAPRODI PBSI DEMA JBSI FBS UNM Periode 2025—2026 berlangsung hangat di Sekretariat HIMAPRODI PBSI DEMA JBSI FBS UNM, Minggu (23/11/2025).
Kegiatan ini digelar oleh Bidang Linguistik dan Literasi dengan menghadirkan Yusril Basir, atau akrab disapa Uccil, sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Uccil menjelaskan bahwa diksi adalah pilihan kata yang digunakan untuk menyusun kalimat secara efektif dan sesuai kaidah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Pemilihan kata yang tepat berfungsi untuk mewakili gagasan penulis atau pembicara secara jelas, sehingga pesan dapat diterima secara utuh oleh pendengar maupun pembaca.
“Diksi bukan sekadar soal kata, tetapi juga soal konteks sosial. Pilihan kata tertentu bisa menimbulkan interpretasi berbeda tergantung masyarakat yang menjadi penerima pesan,” jelas Uccil.
Lebih lanjut, Pria asal Pinrang itu juga menjelaskan bahwa diksi terbagi menjadi dua jenis utama: denotasi dan konotasi. Denotasi merujuk pada makna kata yang langsung menunjuk pada konsep atau referensi sebenarnya, sedangkan konotasi mengandung nilai rasa, asosiasi, atau imajinasi tertentu.
Salah satu peserta, Nuchaliza Syam, memberikan pendapatnya setelah mengikuti diskusi ini. Ia menyadari betapa pentingnya pemilihan kata dalam menyampaikan pesan secara efektif.
“Ternyata selama ini diksi sangat memengaruhi persepsi seseorang yang membaca atau mendengarnya. Bahkan satu kata saja bisa sangat berfungsi untuk mengungkap makna dan nuansa tertentu.”
Kegiatan ini sangat relevan dan aplikatif bagi mahasiswa PBSI yang setiap hari bersentuhan dengan bahasa. Melalui diskusi ini, peserta diharapkan semakin mampu memahami pentingnya pemilihan kata yang tepat dalam berbagai konteks komunikasi, sebagai keterampilan yang mencerminkan kedalaman berpikir dan kecermatan dalam menyampaikan pesan.
Reporter: Ira Putri Adriani

