PERSGRAMATIKA.COM.MAROS — Filosofi rantau sebagai proses bertahan dan beradaptasi dalam membentuk jati diri mahasiswa menjadi pokok bahasan dalam salah satu rangkaian materi Sinergi Intelektual Temu Sambut Mahasiswa (SINTESA) yang dilaksanakan oleh HIMAPRODI PBSI DEMA JBSI FBS UNM, Sabtu (07/02/2026).
Materi bertajuk “Filosofi Rantau: Bertahan dan Adaptasi” tersebut disampaikan oleh Kakanda Muhammad Baso Ramdhan, yang menjelaskan bahwa merantau bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan keberanian untuk melepaskan zona aman demi menemukan jati diri dan membangun kedewasaan.
Dalam pengantar materinya, ia menegaskan bahwa merantau adalah bentuk keberanian mengambil risiko.
“Merantau adalah keberanian untuk melepaskan jaring pengaman,” ungkapnya, seraya menekankan pentingnya prinsip hidup agar seseorang mampu bertahan di tanah orang.
Pemateri juga mengaitkan filosofi rantau dengan budaya Minangkabau yang sarat nilai pembentukan karakter, sebagaimana pepatah “Karatau madang di hulu…” yang menegaskan bahwa seorang pemuda belum dianggap dewasa sebelum merasakan asam garam kehidupan di perantauan. Menurutnya, pengalaman merantau akan mengikis sifat sombong karena perantau akan bertemu dengan banyak pribadi hebat dari latar belakang berbeda.
Lebih lanjut, Kakanda Baso Ramdhan memaparkan tiga pilar filosofi rantau, yakni kemandirian, adaptasi, dan resiliensi. Ketiga pilar tersebut menjadi fondasi agar perantau mampu bertahan, bersikap rendah hati, serta tidak terjebak pada sikap merasa paling unggul yang justru dapat membawa pada kegagalan.
Salah satu mahasiswa baru, Samsinar mengungkapkan pemahamannya setelah mengikuti materi tersebut.
“Filosofi rantau mengajarkan keberanian keluar dari zona nyaman untuk kembali membawa martabat dan menaikkan derajat diri serta keluarga. Rantau tidak selalu soal jarak, tetapi tentang prinsip dan kesiapan mental agar tujuan merantau dapat tercapai,” ujarnya.
Melalui materi ini, mahasiswa baru diharapkan mampu memaknai proses merantau sebagai perjalanan pembentukan karakter, kesiapan mental, dan kekuatan diri dalam menghadapi dinamika kehidupan perkuliahan dan sosial.
Reporter: Muh. Fahri Fauzan

