Kepemimpinan sebagai Sikap Kolektif, Materi Pembuka SINTESA PBSI UNM

 


PERSGRAMATIKA.COM.MAROS — Kepemimpinan sebagai sikap, tanggung jawab, dan kesadaran kolektif menjadi pokok bahasan utama dalam materi pertama kegiatan Sinergi Intelektual Temu Sambut Mahasiswa (SINTESA) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), Jumat (06/02/2026).

Materi kepemimpinan tersebut disampaikan oleh Kakanda Rayhan Adi Anggara, yang menekankan bahwa setiap mahasiswa memiliki peran kepemimpinan dalam proses berorganisasi, tidak terbatas pada posisi struktural, melainkan diwujudkan melalui sikap, keteladanan, dan keberanian bertanggung jawab.

Dalam pengantar materinya, ia menegaskan bahwa kepemimpinan lahir dari kesadaran berproses dan kemampuan menjaga nilai dalam ruang kolektif.

“Kepemimpinan bukan soal jabatan, tetapi tentang bagaimana seseorang bersikap, mengambil peran, dan bertanggung jawab dalam setiap proses yang dijalani,” ungkapnya.

Penyampaian materi berlangsung interaktif, dengan peserta aktif mengajukan pertanyaan. Salah satu mahasiswa baru PBSI angkatan 2025 mempertanyakan bagaimana menjaga sikap kepemimpinan di tengah perbedaan pandangan dalam organisasi.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kakanda Rayhan menekankan pentingnya komunikasi dan kedewasaan berpikir.

“Perbedaan adalah keniscayaan. Kepemimpinan justru diuji ketika kita mampu mendengar, berdialog, dan tetap berpijak pada tujuan bersama,” jelasnya.

Melalui materi kepemimpinan ini, mahasiswa baru PBSI FBS UNM diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran berorganisasi, memperkuat solidaritas, serta membangun karakter kepemimpinan yang egaliter dan bertanggung jawab.


Reporter: Lilis