Perkuat Kohesivitas dan Loyalitas Kader, 110 Maba PBSI UNM Ikuti SINTESA

 


PERSGRAMATIKA.COM.MAKASSAR — Sebanyak 110 mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi dilepas untuk mengikuti kegiatan Sinergi Intelektual Temu Sambut Mahasiswa (SINTESA) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) PBSI DEMA JBSI FBS UNM, Jumat (06/02/2026).

Acara pelepasan berlangsung di Ruang Seminar Jurusan FBS UNM dan dihadiri oleh pimpinan Program Studi, pengurus, Dewan Senior Himaprodi, Fungsioniris lembaga Kemahasiswaan, serta mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2025. Kegiatan ini menjadi penanda awal proses pembinaan dan penguatan identitas mahasiswa baru dalam lingkungan akademik dan organisasi.

Kegiatan SINTESA dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Februari 2026 di Kolam Renang Bantimurung, Kabupaten Maros, dengan mengusung tema “Transformasi Merah dalam Kohesivitas Sosial untuk Meneguhkan Loyalitas Kader Egaliter sebagai Penjaga Gerak Ritmis Organisasi.” Tema tersebut merefleksikan semangat pembentukan karakter mahasiswa yang kritis, solid, dan berorientasi pada keberlanjutan gerak organisasi.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi PBSI, Abdul Haliq, menegaskan bahwa ruang belajar mahasiswa tidak hanya terbatas pada aktivitas akademik di dalam kelas, tetapi juga perlu diperluas melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan organisasi.

“Perkuliahan bukan hanya soal belajar di kelas, mengerjakan tugas, dan presentasi. Kegiatan seperti ini justru menjadi ruang pembelajaran penting untuk membentuk karakter, sikap, dan tanggung jawab mahasiswa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mendorong mahasiswa angkatan 2025 untuk aktif berorganisasi sesuai dengan minat dan potensi yang dimiliki, tidak hanya terbatas pada Himpunan Mahasiswa Program Studi. Menurutnya, proses berorganisasi akan memberikan bekal berharga yang mungkin tidak langsung dirasakan, namun sangat bermakna bagi masa depan mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan kegiatan yang edukatif dan humanis.

Sementara itu, Sekretaris Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), M. Luthfi Jamil, menyampaikan bahwa SINTESA merupakan momentum awal untuk menanamkan nilai kebersamaan dan loyalitas kader sejak mahasiswa memasuki dunia perkuliahan.

“Kegiatan ini dirancang sebagai ruang sinergi intelektual untuk membangun kohesivitas sosial, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan kesadaran berorganisasi yang egaliter dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan SINTESA, diharapkan mahasiswa baru PBSI mampu membangun relasi yang sehat, memperkuat solidaritas kolektif, serta tumbuh menjadi kader intelektual yang mampu menjaga ritme gerak organisasi secara berkelanjutan di lingkungan FBS UNM.


Reporter: M.Luthfi Jamil