PERSGRAMATIKA.COM.MAROS — Materi “Sejarah Mahasiswa dan Advokasi Propaganda” menjadi salah satu rangkaian penting kegiatan Sinergi Intelektual Temu Sambut Mahasiswa (SINTESA) yang dilaksanakan oleh HIMAPRODI PBSI DEMA JBSI FBS UNM, sebagai ruang awal pembentukan kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial mahasiswa baru, Jumat (06/02/2026).
Materi tersebut disampaikan oleh Kakanda Ahmad Fadil, yang menegaskan bahwa mahasiswa tidak dapat dipahami sekadar sebagai individu yang terdaftar secara administratif, melainkan subjek intelektual yang dituntut berpikir rasional, kritis, dan bertanggung jawab atas setiap sikap serta keputusan yang diambil.
Dalam pengantar materinya, Kakanda Fadil menekankan bahwa keberanian berpikir dan bersikap menjadi ciri utama mahasiswa.
“Mahasiswa harus mampu menimbang informasi secara rasional, tidak mudah percaya, serta berani menyampaikan pendapat, karena semua adalah pilihan dan di setiap pilihan itu selalu ada konsekuensi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan peran strategis mahasiswa sebagai kontrol sosial dalam mengawasi kebijakan pemerintah agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, kehadiran mahasiswa harus dilandasi pemahaman yang matang, bukan semata reaksi emosional
“Teman-teman hadir sebagai pengontrol kebijakan itu,” tegasnya.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, pemateri turut menghadirkan simulasi orasi sebagai ruang praktik penyampaian gagasan secara terbuka dan bertanggung jawab. Ia juga memperkenalkan konsep RAKUS—Rasional, Analisis, Kritis, Universal, dan Sistematis—sebagai landasan berpikir mahasiswa dalam membaca dan merespons realitas sosial.
Salah satu mahasiswa baru PBSI angkatan 2025 mengungkapkan kesan positif terhadap materi yang disampaikan.
“Banyak pelajaran baru yang saya dapat dari materi ini, mulai dari orasi, propaganda, dan advokasi. Semoga ini menjadi suatu awal yang baik,” ujarnya.
Melalui materi ini, mahasiswa baru diharapkan mampu memahami peran historis dan sosial mahasiswa secara utuh, serta menumbuhkan kesadaran kritis sebagai bagian dari proses intelektual dan gerakan mahasiswa.
I
Reporter: St. Nurchaliza Syam
