Membaca Dunia Lewat Bahasa: Diskusi Linguistik Dorong Budaya Literasi yang Berkelanjutan



PERSGRAMATIKA.COM, MAKASSAR — Diskusi bertajuk “Diskusi Linguistik dan Literasi: Membaca Dunia Lewat Bahasa: Integrasi Linguistik dan Literasi dalam Masyarakat” menjadi ruang reflektif bagi masyarakat PBSI dalam memahami peran strategis bahasa di tengah kehidupan sosial.

Kegiatan yang dilaksanakan di Sekretariat HIMAPRODI PBSI UNM, Kompleks Hartaco Indah, Blok C No. 2, pada Senin (30/03/2026), meghadirkan Kakanda Eka Yulianti Bur dan diikuti oleh masyarakat PBSI, pengurus, dewain senior, hingga peserta umum.

Dalam diskusi tersebut, Eka Yulianti Bur sebagai pemantik mengulas peran bahasa dalam membentuk cara pandang dan interaksi sosial manusia. Ia menekankan bahwa bahasa memiliki pengaruh yang luas, tidak hanya dalam komunikasi, tetapi juga dalam membangun relasi antarmanusia.

“Bahasa bisa menentukan perasaan dan sikap kita, bahkan teknik lobi dan negosiasi juga merupakan bagian dari linguistik yang menjadi kunci dalam membangun hubungan dengan orang lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga membahas langkah efektif untuk meningkatkan minat literasi di tengah masyarakat, dengan menekankan pentingnya memulai dari program sederhana namun konsisten agar memberikan dampak yang berkelanjutan.

Salah satu peserta, Sarmila, yang mengajukan pertanyaan dalam sesi tersebut mengungkapkan bahwa diskusi ini memberinya pemahaman baru tentang bagaimana membangun program literasi yang tidak hanya bersifat konsep, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekitar.

Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan penuh antusias. Keterlibatan aktif pengurus HIMAPRODI, dewan senior, serta masyarakat PBSI menunjukkan bahwa isu literasi dan bahasa masih menjadi perhatian bersama yang relevan untuk terus dikembangkan.

Melalui kegiatan ini, terlihat bahwa diskusi linguistik dan literasi bukan hanya sebatas wacana akademik, melainkan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya literasi yang hidup dan berdaya guna di tengah masyarakat.


Reporter: Rizqum Karimah